Paulak Une

Paulak Une,
Ini mah bahasa jadul. Maksudnya kalau seseorang sudah di pamulihon tu marga lain, kan ceritanya dibawa pihak suami ke kampung halamannya. Dulunya berselang beberapa lama pihak orang tua parboru, simatua datang menjenguk/mengunjungi kampung halaman helanya. Dan ini biasanya akan bawa dengke / ikan mas. Dan nanti setelah mau bertemu, bersosialisasi , makan bersama dan akan pulang. Nanti pihak paranak yang dikunjungi akan membawakan daging nguik-nguik ( baby ), complete dengan na margoar di dalam tandok parboru yang sudah dengkenya dimakan. Khan, ngak boleh kosong. Itulah isinya. Dan nanti sewaktu mau pulang, para bapa dan paribannya di kasih parsituak na tonggi ( uang untuk beli minuman , soft drink atau kopi ). Prosesi inilah yang disebut “paulak une”, bahasanya aneh khannn.

Hanya sekarang ini sudah di persimple, makanya disebut ulaon sadari ( diselesaikan dalam satuhari sewaktu pesta itu disatukan ). Setelah acara utama, nanti langsung disambung dengan acara saling tukar menukar degke dan juhut (baby ) tadi itu sebelum pihak parboru dan paranak pulang dari gedung. Inilah prosesi yang terakhir. Hanya sebentar aja kok, dan sesudah itu pulang. Artinya, nanti Nando dan Desi, sudah boleh boleh aja berkunjung ke pihak parboru atau pun sebaliknya kapan saja. Kalau jaman dahulu kala, kalau prosesi ini belum dilaksanakan , belum boleh dan afdol…. tapi sekarang khan jaman praktis, walaupun masih belum praktis bangat buat orang generasi muda.

Biar sedikit rumit, baiklah kita lakoni itu dengan senang hati dan menjadi suka cita yang menjalankannya.

(from: Bapatua Rafael)

Published in: on August 13, 2008 at 6:32 am Leave a Comment

The URI to TrackBack this entry is: http://pakem.wordpress.com/2008/08/13/paulak-une/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Comment